Pontianak
- Lingkar Studi Budaya (LSB) serta Club Menulis STAIN mengadakan bedah
buku Kalbar
Berimajinasi di toko buku Kharisma, A. Yani Mega Mall, Sabtu (2/3). Suasana
ramai pengunjung yang berdatangan menyelimuti atmosfer lantai 2 toko buku
terkenal itu. Nano L. Basuki memandu jalannya acara bedah buku dengan penuh
semangat. Dedi Ari Asfar, Khairul Fuad, Yusriadi dan Budi Rahman hadir sebagai
narasumber, pembedah buku.
Pengunjung dari berbagai kalangan
masyarakat; mahasiswa, penulis, sastrawan dan lainnya hadir menyaksikan acara
bedah buku kumpulan cerpen Kalbar
Berimajinasi. Bedah buku ini mengupas isi buku dan kronologi terbitnya buku
kumpulan cerpen Kalbar Berimajinasi. Satu
persatu narasumber menyampaikan argumennya tentang buku itu. Pengetahuan
tentang sastra dapat ditransfer dalam bentuk prespektif yang berbeda, yakni
dalam bentuk budaya, ujar Dedi. “Kami berharap lahirnya penulis yang tidak
malu-malu mengusung alam tempat lahirnya menjadi suatu karya yang adiluhung,”
kata dosen FKIP Untan ini.
Menurut
Khairul Fuad, terdapat dua sisi imajinasi yakni intelektual dan emosional.
Dalam membangun imajinasi harus ada sisi intelektual. Ia juga mengatakan bahwa
ada tiga kerangka tulisan yaitu tulisan sebagai simbol, bahasa, dan apa yang
ditulis (pengetahuan). “Dalam karya sastra terdapat imajinasi, apapun bisa
ditulis. Sastra tidak terlepas dari imajinasi, untuk itu dibangun dari intelektual
dan emosional. Kalbar menjadi imajinasi terkait budayanya,” kata peneliti
sastra ini.
Acara bedah buku dilanjutkan dengan
sesi diskusi. Mas Nano mempersilahkan para pengunjung untuk melakukan
tanya-jawab dengan narasumber. Beberapa pengunjung mengajukan pertanyaan
seputar buku kumpulan cerpen Kalbar
Berimajinasi. Dalam sesi itu, Yusriadi menantang dan mengajak pengunjung
yang berminat untuk ikut serta berkarya dalam buku kumpulan cerpen Kalbar Berimajinasi jilid 2 yang
disepakati akan terbit pada bulan Mei.
Perlunya menumbuhkan tradisi menulis
yang berakar lokal ujar Yusriadi, Dosen STAIN dan editor buku Kalbar Berimajinasi ini. Masyarakat
diharapkan mengambil inspirasi dari kebudayaannya sendiri dalam berkarya. “Mari
masuklah ke dunia sastra!” ujar Mas Nano ketika membacakan puisi berjudul Dunia
Sastra saat menutup acara bedah buku yang berlangsung hingga petang itu.
Nama : Teti Laila Adha
NIM : F11110010



0 komentar:
Posting Komentar