Kamis, 14 Maret 2013

Yusriadi: Kalbar Berimajinasi Mengisi Ruang-Ruang Kosong Ilmu Pengetahuan Lokal

 
PONTIANAK- Para sastrawan kalbar kembali menelurkan karya, kali ini berupa kumpulan cerpen yang dikemas dalam sebuah buku berjudul Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar yang diluncurkan Sabtu (2/3/2013). Peluncuran buku dilakukan dengan sederhana dan dihadiri para cerpenis dalam buku Kalbar Berimajinasi,  beberapa sastrawan, dan penulis muda di lantai dua Toko Buku Karisma Komplek Ahmad Yani Mega Mall. Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam setengah itu menghadirkan Dedy Ari Asfar dan Yusriadi selaku editor yang mengupas proses pembuatan buku, Budi Rahman dan Khairul Fuad sebagai pembedah, dan dimoderatori oleh Nano L Basuki yang seluruhnya merupakan sastrawan Kalbar.
Uniknya, buku yang terdiri atas 27 cerpen ini terdiri atas tiga imaji dan berlatar lokal, Kalimantan Barat. “Seluruh karya yang terdapat dalam buku berangkat dari khasanah lokal dan budaya Kalimantan Barat,” ujar Yusriadi selaku editor buku. “Setelah saya berpikir, karya yang masuk ternyata ada tentang cinta dan budaya, dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya klasifikasikan karya tersebut menjadi tiga imaji, yaitu tentang cinta, budaya tradisional yang menjadi kearifan lokal, dan budaya popular,” sambungnya. Hal ini sesuai dengan prinsipnya, yaitu mengisi ruang-ruang kosong dalam ilmu pengetahuan lokal dalam konteks pengetahuan global.
Terkait dengan proses pemberian judul, Yusriadi menjelaskan bahwa itu adalah hal pertama yang ia pikirkan saat diberi tugas sebagai editor buku. “Pertama kali yang saya pikirkan saat akan membuat buku ini adalah judul apa yang pas untuk buku ini, judul yang terpikirkan pertama kali adalah Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar.” Sambil memperhatikan nilai jual yang berangkat dari konstruksi ilmu lokal akhirnya judul itu ia sempurnakan menjadi Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar.
Terakhir, Yusriadi, sang editor yang juga merupakan Dosen STAIN Pontianak menceritakan proses akhir pembuatan buku. “Desain sampul, lay out, menjilid, dan seterusnya hingga naskah terbentuk menjadi buku dikerjakan sendiri oleh Linda (anggota klub menulis STAIN) kecuali pemotongan.” Beliau juga menyampaikan harapannya tentang peluncuran karya yang sifatnya akan lebih lokal dari Kalbar Berimajinasi guna mengisi ruang-ruang kosong dalam ilmu pengetahuan lokal. “Semoga Kalbar dapat kembali membuat karya yang lebih lokal dari Kalbar Berimajinasi, mungkin pada Kalbar Berimajinasi jilid 2,” tegas Yusriadi.

DINA APRIANA (F11110027)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More