PONTIANAK-
Para sastrawan kalbar kembali menelurkan karya, kali ini berupa kumpulan cerpen
yang dikemas dalam sebuah buku berjudul Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen
Sastrawan Kalbar yang diluncurkan Sabtu (2/3/2013). Peluncuran buku dilakukan
dengan sederhana dan dihadiri para cerpenis dalam buku Kalbar Berimajinasi, beberapa sastrawan, dan penulis muda di lantai
dua Toko Buku Karisma Komplek Ahmad Yani Mega Mall. Acara yang berlangsung
selama kurang lebih dua jam setengah itu menghadirkan Dedy Ari Asfar dan
Yusriadi selaku editor yang mengupas proses pembuatan buku, Budi Rahman dan Khairul
Fuad sebagai pembedah, dan dimoderatori oleh Nano L Basuki yang seluruhnya merupakan
sastrawan Kalbar.
Uniknya, buku yang terdiri atas 27
cerpen ini terdiri atas tiga imaji dan berlatar lokal, Kalimantan Barat. “Seluruh
karya yang terdapat dalam buku berangkat dari khasanah lokal dan budaya
Kalimantan Barat,” ujar Yusriadi selaku editor buku. “Setelah saya berpikir,
karya yang masuk ternyata ada tentang cinta dan budaya, dengan beberapa
pertimbangan akhirnya saya klasifikasikan karya tersebut menjadi tiga imaji,
yaitu tentang cinta, budaya tradisional yang menjadi kearifan lokal, dan budaya
popular,” sambungnya. Hal ini sesuai dengan prinsipnya, yaitu mengisi
ruang-ruang kosong dalam ilmu pengetahuan lokal dalam konteks pengetahuan
global.
Terkait dengan proses pemberian
judul, Yusriadi menjelaskan bahwa itu adalah hal pertama yang ia pikirkan saat
diberi tugas sebagai editor buku. “Pertama kali yang saya pikirkan saat akan
membuat buku ini adalah judul apa yang pas untuk buku ini, judul yang
terpikirkan pertama kali adalah Antologi
Cerpen Sastrawan Kalbar.” Sambil memperhatikan nilai jual yang berangkat
dari konstruksi ilmu lokal akhirnya judul itu ia sempurnakan menjadi Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen
Sastrawan Kalbar.
Terakhir, Yusriadi, sang editor
yang juga merupakan Dosen STAIN Pontianak menceritakan proses akhir pembuatan
buku. “Desain sampul, lay out,
menjilid, dan seterusnya hingga naskah terbentuk menjadi buku dikerjakan sendiri
oleh Linda (anggota klub menulis STAIN) kecuali pemotongan.” Beliau juga
menyampaikan harapannya tentang peluncuran karya yang sifatnya akan lebih lokal
dari Kalbar Berimajinasi guna mengisi ruang-ruang kosong dalam ilmu pengetahuan
lokal. “Semoga Kalbar dapat kembali membuat karya yang lebih lokal dari Kalbar
Berimajinasi, mungkin pada Kalbar Berimajinasi jilid 2,” tegas Yusriadi.
DINA APRIANA (F11110027)



0 komentar:
Posting Komentar